Sabtu, 03 Oktober 2009

HARGA MELONJAK, TRADISI DI HARI BESAR

Tangannya yang renta memegang dua Kantong kresek warna hitam berukuran lima kilogram, berjalan menyusuri lorong pasar PTC yang sempit. Langkah kakinya terhenti di salah satu lapak penjual sembako. Keningnya mengerut ketika mengetahui harga barang yang dipegangnya. “Saya kaget harga barang sekarang hampir naik semua,” kata Asnah.

Asnah sekian dari pembeli atau konsumen yang mengaku kaget mengenai harga barang menjelang bulan Ramadhan (Bulan puasa bagi umat muslim- red) yang mulai meroket, padahal puasa masih beberapa minggu lagi. Asnah mengaku kelabakan membagi keuangannya, di mana budget yang ada kurang, dan harus ada penambahan akibat harga melambung. “Ya mau bagaimana lagi kita membutuhkannya,” kata Asnah. Dari pantauan Foja di pasar Youtefa dan PTC hampir semua barang naik secara signifikan. Apalagi harga telur meningkat tajam. H. Asmad, pedagang telur di pasar PTC, mengaku akibat stok telur berkurang sedangkan kebutuhan meningkat mengakibatkan harga meningkat, dari harga Rp 36ribu menjadi Rp 39ribu sampai Rp 40ribu. “Walaupun harga meningkat, namun keuntungan saya Cuma 100 rupiah perbutir,” aku H. Asmad. Tidak hanya di pasar PTC harga dirasakan naik. Azizah, seorang pedagang sembako di pasar Youtefa, Abepura- Jayapura mengaku semua harga barang rata- rata naik, kenaikan bervariasi sesuai persediaan barang. “Harga telur naik, karena stock sedikit, akibat kapal yang biasa membawa telur harus di dok,” kata Azizah. Harga telur naik naik mencapai Rp 5ribu dari harga yang semula hanya Rp 33ribu/rak dijual dengan harga Rp 39- 40ribu/rak. Tidak hanya itu harga minyak goreng mulai merangkak walaupun hanya beberapa rupiah, namun sudah ada gejala naik. Bahkan kebutuhan penyedap rasa seperti bawang putih naik, dari harga Rp 10ribu menjadi Rp 12ribu. “Pelangan mengaku kaget dengan harga yang ada, namun mau bilang apa lagi,” kata Azizah. Meskipun harga rempah- rempah mulai ada kenaikan, namun harga beras tetap stabil. Berdasarkan pengalamannya selama bulan puasa dan natal tahun lalu, Ando Najib, pedagang beras di pasar Youtefa menilai stok beras cukup dan harga tetap stabil, walaupun ada kenaikan, namun tidak sampai mencekik pelangan. “Kalau beras paling- paling naiknya hanya 100- 250 rupiah saja,” kata Ando.

Menyikapi persediaan barang dan pemantauan harga dipasaran sehingga ada keberimbangan bagi konsumen, Disperindag Provinsi Papua melalui Kasubdin Perdagangan, Ir. Kardin M. Simanjuntak, MMT, mengatakan akan mengadakan pertemuan bersama stake holder satu minggu sebelum puasa, bahkan Gubernur akan diundang untuk meninjau kondisi pasar. Dalam kesempatan tersebut sekalian menghimbau para pedagang, untuk berdagang secara wajar dan menertibkan barang- barang yang kadarluarsa sebelum puasa dan Natal. “Ini sudah dilakukan semacam kegiatan rutin,” kata Kardin.

Selain itu Kardin juga menyampaikan Instruksi dari departemen perdagangan membentuk posko Bapok (Bahan makanan pokok- red). Informasi ini sudah disampaikan keseluruh kabupaten kota agar di bentuk Posko Bapok. Tujuan Posko Bapok sebagai tempat pengaduan konsumen, apabila terjadi hal- hal yang tidak lazim di pasar, misalnya ada harga barang yang tidak wajar dan stok barang yang kurang, sehingga cepat untuk ditanggulangi.

Dari pantauan Disperindag memang sudah ada kebutuhan pokok yang naik, karena ditempat asalnya sudah naik. bahan- bahan yang saat ini mulai naik seperti bumbu- bumbu, akibat faktor musim, misalnya di daerah produsen hujan akan menganggu transportasi. Kalau gula di daerah jawa timur memang sudah naik Rp 100- Rp 200 per kilo, otomatis di daerah pemasarannya pasti akan ada kenaikan. Bahkan Pengalaman tahun lalu memasuki bulan Ramadhan harga telur memang naik signifikan akibat suplai berkurang, apalagi kebutuhan meningkat di bulan puasa. Sedangkan ada pedagang tidak mau mendatangkan telur karena ada retribusi dua kali, dari Karantina dan pertanian. “Retribusinya satu telur dikenakan 10 rupiah, ini sudah termasuk besar dalam perdagangan, otomatis akan mempengaruhi harga penjualan,” kata Kardin. Apalagi saat ini harga telur betul- betul dirasakan oleh masyarakat. kardin menghimbau para pedagang untuk menjalankan usahanya secara wajar dan tidak memanfaatkan situasi. Selain itu Kardin mengaku persediaan stok beras cukup selama menjelang puasa dengan harga yang stabil, seperti beras Bulog tahun- tahun sebelumnya stabil, kecuali beras yang bermerk yang didatangkan dari luar ada perbedaan harga. “Saya pikir dalam batas- batas yang terkendali” tegas Kardin (Jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar